“Namaku Kimmy Pidle, kau bisa panggil aku Kim,” tukasku.

“Dan kau bisa panggil Aku Rob,” ucapnya.

“Yeah, aku pikir itu lebih memudahkan kita dengan mengingat nama awalan saja.”

Kali ini dia yang tertawa.

“Aku senang bertemu denganmu di sekolah pertamaku,” ucapnya.

Tiba-tiba Pak Albert berdehem dari mejanya. Segera kami terdiam dan melanjutkan ulangan.

Aku menuju kantin ketika jam istirahat. Aku menghampiri Stella yang tengah duduk di meja kantin paling depan, melahap bekalnya.

“Wow, cepat sekali kau makan, Stell,” ucapku seraya menepuk pundaknya dari belakang.

Dia terkejut. Tersedak. Wajahnya memerah. Segera aku menyodorkan minumku untuknya.

“Maafkan aku,” ucapku.

Kini tawaku tak bisa kupendam lagi, melihat wajahnya yang merah seperti kepiting rebus membuat perutku geli.

“Kau…” ucapnya geram.

Aku membentuk jariku seperti huruf ‘V’ menandakan damai akan tragedi tersedaknya.

Bagikan :