Sudah 2 hari libur musim dingin. Aku mencari bahan untuk tugas biologi yang diberi pak Albert.

Aku pergi menuju perpustakaan kota dengan sepedaku. Setelah sampai, aku memberikan kartu tanda anggota oleh pengurus perpustakaan. Kulepas syal, jaket, dan sarung tanganku dan kumasukkan ke dalam loker. Aku mencari beberapa buku, kulihat buku biru tentang anatomi manusia tiga rak di atasku. Aku berusaha menggapainya. Sulit, aku terlalu pendek untuk itu. Seketika kurasa seseorang berada di belakangku. Aku tersentak dan segera berbalik. Posisinya hanya beberapa inchi dari posisiku, sangat dekat. Aku tersandar di rak-rak buku. Lalu ia menyodorkan buku biru itu padaku. Wajahnya sangat dekat dan membuatku kaku. Napasnya terasa menerpa wajahku.

“Hai, Kim. Lama tak bertemu,” ucapnya.

Ternyata Rob.

“I-iya. Kau juga mencari bahan untuk tugas di sini?” jawabku kaku.

“Tidak, aku hanya membaca novel di sini,” ucapnya dan segera ia mundur setelah mengetahui ketidak nyamanan posisi kami.

Kami berjalan menuju meja untuk membaca. Dia terlihat berbeda tanpa seragam sekolah. Kaos putih dengan kemeja berwarna azure lapisannya, celana panjang hitam serta topi hoddie biru tua membuatnya terlihat manis.

“Kau sudah mengerjakan tugas Pak Albert?”

“Belum,” jawabnya datar.

Bagikan :