“Hai, Tan. Boleh duduk sini ? Mau nyatet soalnya gak keliatan ketutup sama yang badan gede” Ucap Rio sambil duduk di kursi sebelahku. Dia juga salah satu cowok yang dekat denganku dan wajahnya  juga tidak kalah tampan dengan Benny

“Boleh kok duduk aja, Ryo. Kamu dapat soal nomor berapa?”kataku sambil berbasa basi dengannya sebenarnya aku ingin minta diajarkan olehnya karena aku tidak mengerti sama sekali soal ini

“Nomor 35 nih. Kamu nomor berapa, Tan?”

“Aku nomor 27 tapi gak ngerti nih rumusnya. Kamu kan tau aku gak pintar fisika. Berhubung kamu udah duduk sini bisa bantuin aku?” Kataku memohon dan dia langsung melihat soalnya.

“Oh bisa  kok.”

Rio pun menjelaskan rumusnya ke aku dan aku sangat berterima kasih untuk bantuannya. Perlu diketahui bahwa Rio sangat  ahli dalam fisika, karena itu tidak rugi jika berteman dengannya.hingga tiba giliranku untuk maju ke depan mengerjakan soal.

Dengan bangganya ku kerjakan soal yang sudah diajarkan oleh Rio. Dan Pak Andi tersenyum bangga melihatku berhasil mengerjakannya.  Sejujurnya aku sangat ingin bisa ahli dalam fisika seperti Rio dan teman-temanku yang lain, tapi sulit rasanya karena aku memang tidak menyukainya walaupun aku selalu berusaha.

Bagikan :