Tanpa menoleh aku berjalan ke kelas ku sendirian. Aku paling benci jika dia membicarakan soal itu. Apa harus ku katakan terang-terangan dengan dia kalau aku menyukainya. Oh itu sangat tidak mungkin sekali, aku rasa aku bisa memendamnya hingga nanti kami tidak bertemu lagi.

Kali ini jam pelajaran olahraga dan aku  setelah berganti pakaian ikut berkumpul bersama teman-temanku di tengah lapangan olahraga. Kabarnya hari ini akan ada penilaian untuk basket. Dan aku sama sekali tidak mahir untuk soal satu itu.

“Pagi, Anak-anak. Hari ini Bapak akan mengambil nilai untuk basket. Pertama satu per satu dari kalian harus mempraktekkan cara mendribble bola dan memasukkan bola dalam ring. Setelah itu Bapak akan membagikan kalian kelompok untuk adu basket.” Kata Pak Cakra guru olahraga yang bersangkutan. Dan kami hanya mengangguk mengerti.

Kami semua duduk di pinggir lapangan dan menunggu giliran untuk maju satu persatu. Setelah kami maju satu per satu sekarang tiba giliran untuk kelompok .

“Sekarang, Bapak akan membagikan kalian kelompok yg masing-masing terdiri dari 3 orang. Wanita dan pria akan dipisah.” Ucap Pak Cakra dan langsung dibalas dengan seruan tidak setuju anak pria.

“Pak, kok di pisah sih. Kan lebih seru kalau digabung aja cewek dan cowok. Lebih menantang gitu, Pak.” kata Fabian teman sekelasku yang otaknya agak mesum

Bagikan :